Monday, March 16, 2015

IQ Quattro, Pemindai Cerdas untuk Penelitian

JAKARTA, KOMPAS.com – Inovasi pemindai data, khususnya mesin scanner, terus mengalami kemajuan. Contex, perusahaan asal Denmark, baru saja meluncurkan IQ Quattro, sebuah scanner tipe wide format yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas pemindaian data untuk skala besar.
 
Berdesain ramping, IQ Quattro setidaknya lebih “cerdas” dari wide format scanner lain. Pemindai data ini mempercepat produktivitas workgroup dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan scanning.
 
“Kecepatan scanning-nya 14 inci per detik untuk warna atau dokumen monokrom dan hanya 3,5 detik untuk A0 atau dokumen warna E –size,” ujar Andrew Soon, Regional Sales Director Contex, di sela acara peluncurannya di Indogreen Forestry Expo, Jakarta Convention Center, Jumat (11/4/2014).
 
Andrew menjelaskan, IQ Quattro adalah generasi keempat CIS scanner Contex . Teknologinya diperkuat dengan Contex CCD Range dan teknologi CIS untuk meraih kualitas, kecepatan, dan kemudahan penggunaan  untuk memuat dokumen panjang lebih mudah dan lebih akurat, serta menyederhanakan penanganan dokumen atau data.
 
“Bisa melakukan scan untuk media sepanjang 50 meter dengan ukuran sampai 4 gigabyte, seperti misalnya memindai peta gunung. Selain itu, scanner ini juga compatibledengan printer multi fungsi dari merek lain, seperti HP atau Cannon. Driver-nya sudah disiapkan untuk itu,” ujar Andrew.
 
Untuk itulah, Sanan, Manajer Produk PT Akira Data yang menjadi distributor Contex di Indonesia, mengatakan bahwa penggunaan mesin ini cocok untuk perusahaan minyak dan kehutanan, badan survey dan pertanahan. Perusahaan-perusahaan “lapangan” tersebut membutuhkan mesin scanner untuk melakukan pekerjaan riset di luar ruang.
 
“Perusahaan seperti arsip nasional, perpustakaan nasional, departemen pendidikan atau museum atau perusahaan miyak dan batu bara banyak membutuhkan scanner ini untuk meneliti batu-batuan dan memuatnya dalam bentuk data cetak untuk dikirimkan lewat mesin scanner," ujar Sanan.
 
Tak hanya bisa dipakai untuk data log perusahaan mining, perusahaan gas dan minyak,scanner ini juga bisa untuk menyampaikan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berupa data log hasil dari rekaman gerakan gunung, Beberapa museum bahkan membutuhkan alat ini, khususnya untuk membuat lukisan reproduksi sebelum dipajang atau dibuat bentuk replika semirip bentuk aslinya.
 
“Karena bisa maksimal mencetak hasil scan lukisan dan bentuk-bentuk kerajinan tangan," kata Sanan.
Read More

Inikah Tampang Galaxy S5 Zoom?

KOMPAS.com — Di samping model reguler, Samsung juga menyediakan smartphoneandalan terdahulunya, Galaxy S4, dalam versi "Zoom" yang mengedepankan kemampuan kamera dengan lensa zoom.

Galaxy S5 yang menjadi andalan baru Samsung pun ramai diprediksi bakal mendapat perlakuan serupa. Salah satu "bukti" dari dugaan tersebut mencuat belakangan ini dalam bentuk bocoran foto pertama yang dilansir oleh  BGR.

Tampilan bagian belakang Galaxy S5 Zoom dalam gambar terlihat agak berbeda dibandingkan pendahulunya. Bagian handgrip dan pangkal lensa terlihat rata, tidak menonjol seperti pada Galaxy S4 Zoom.

Disebutkan pula bahwa Samsung mengubah skema nama perangkat ini menjadi K Zoom. Di dalamnya tertanam "jeroan" yang lebih mumpuni dibandingkan generasi sebelumnya.
SamMobileBocoran hasil benchmark AnTuTu Galaxy S5 Zoom
Spesifikasi K Zoom disinyalir termasuk sensor 20 megapixel, lensa zoom 10x (setara 24-240 mm dalam format 35mm), layar dengan resolusi 1280x720, RAM 2GB, prosesor big.LITTLE (dua core 1,7 GHz berkecepatan tinggi dan empat core 1,3 GHz), flash Xenon,image stabilizer, serta sistem operasi Android 4.4.2 Kitkat.

Bocoran benchmark awal yang diedarkan situs Sammobile menunjukkan bahwa K Zoom memiliki kinerja yang menjanjikan dengan skor AnTuTu lebih tinggi dibandingkan Galaxy S4 dan HTC One generasi pertama.

Masih belum diketahui kapan Samsung berencana memperkenalkan K Zoom. Perangkat ini diprediksi baru akan meluncur pada Mei mendatang, setelah Samsung merilis Galaxy S5 ke pasaran.
Read More

5 Fitur Android Samsung yang Dituntut Apple

KOMPAS.com - Apple dan Samsung kembali berseteru di pengadilan pada minggu ini. Apple menuntut perusahaan asal Korea Selatan tersebut sebesar 2 miliar dollar AS karena dianggap melanggar setidaknya lima paten fitur iOS.
Namun, fitur-fitur tersebut sebenarnya adalah fitur yang dimiliki oleh semua perangkat Android dari berbagai vendor, bukan terdapat dalam perangkat Android Samsung saja.
Fitur iOS apa saja yang menurut Apple dilanggar oleh Samsung? Situs 9to5 Mac,Selasa(1/4/2014) telah membuat rangkumannya, dan berikut adalah fitur-fitur tersebut.
1. Teks yang muncul sebagai tautan
Pertama adalah paten tentang metode dan sistem dalam menampilkan aksi yang terstruktur dalam data komputer. Paten tersebut digunakan dalam pesan teks, yang menampilkan alamat, tanggal. waktu dan nomor telepon yang muncul sebagai link(dengan garis bawah). Paten tersebut dimiliki Apple sejak 1999.
Pengguna Android jika berkirim pesan berisi alamat, waktu, atau nomor telepon akan ditampilkan sebagai tautan (link). Jika link tersebut di-klik, maka akan memunculkan aplikasi yang relevan, seperti peta, kalender, dan phonebook.
2. Sinkronisasi data di background

Paten kedua adalah sinkronisasi data di background. Apple memiliki paten metode yang memungkinkan sebuah aplikasi untuk menyinkronkan informasi antar-beragam perangkat saat digunakan.

Misalnya, aplikasi kalender yang dibuka dan diedit dalam smartphone, bisa sinkron dengan aplikasi yang terpasang di tablet atau komputer. Fitur yang serupa juga dimiliki oleh Android.
3. Universal search
Menurut Apple, fitur Universal Search biasa digunakan pengguna iOS untuk mencari sesuatu dalam iPhone atau iPad, dengan pilihan mencarinya dalam internet atau Wikipedia. Paten "Universal interface for retrieval of information in a computer system" tersebut didapat Apple pada tahun 2005.
Fitur Universal Search muncul di platform Android setelah versi 3.0 Honeycomb diperkenalkan pada tahun 2011. Sekali lagi, ini adalah fitur di Android, bukan milik Samsung semata.
4. Slide to unlock
Fitur keempat adalah metode membuka layar home di smartphone, yaitu paten "Slide to unlock." Membuka layar kunci perangkat dengan gestur yang menggeser layar atau gambar di layar dimiliki oleh hampir semua perangkat mobile, termasuk Android.
Tahun lalu, pengadilan di Jerman membatalkan tuntutan seputar klaim paten "Slide to unlock" milik Apple. Alasannya adalah, paten tersebut tidak memiliki inovasi teknis yang mencukupi untuk diberikan paten.
5. Auto-complete text
Terakhir, adalah fitur Auto-complete dalam teks. Paten Apple tentang metode antarmuka grafis yang menyediakan rekomendasi kata, atau auto-complete tersebut juga diklaim milik Apple.
Fitur prediksi kata telah dimiliki smartphone Apple dan Android dalam waktu cukup lama, namun Apple menuduh fitur Auto-complete milik Samsung mencontek fitur miliknya.
Dalam iOS, jika pengguna mengetik kalimat, maka sistem akan melengkapi kalimat tersebut secara otomatis begitu pengguna menekan tombol spasi. Sementara Android memiliki metode dengan menampilkan pilihan kata.
Itulah setidaknya lima fitur yang sedang diperdebatkan Apple dan Samsung di pengadilan. Fitur-fitur tersebut sebenarnya adalah elemen yang dimiliki oleh semua ekosistem Android.
Dalam kasus sebelumnya yang diajukan pada tahun 2012, Apple lebih banyak menuntut Samsung dari segi desain. Pada akhirnya, Apple berhasil memenangkan tuntutan 1 miliar dollar AS dari Samsung.
Read More

Sunday, March 15, 2015

Cuma 2 Versi Nokia X Masuk Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel pintar Nokia yang berbasis Android sejatinya terdiri atas tiga model, yakni Nokia X, Nokia X Plus, dan Nokia XL. Model Nokia X dipastikan masuk pasar Indonesia pada 12 April 2014. Lalu, bagaimana dengan model Nokia X Plus dan Nokia XL?

Product Manager Nokia Indonesia, Wirda Haryany, enggan memberi kepastian soal kehadiran Nokia X Plus dan Nokia XL di Indonesia. "Kami akan kasih informasi kalau adaupdate soal produk baru," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Namun, seorang sumber terpercaya mengatakan kepada KompasTekno, bahwa Nokia XL akan masuk pasar Indonesia. Sementara itu, model Nokia X Plus tidak masuk Indonesia. Sayangnya, sumber itu tidak memberi kepastian soal tanggal dan harga Nokia XL.

Nokia XL nampaknya akan dijual lebih mahal dari Nokia X yang dibanderol Rp 1,6 juta. Karena, ada beberapa spesifikasi yang ditingkatkan pada Nokia XL.

Perbedaan Nokia X dan Nokia XL

Nokia XL punya kelebihan pada kapasitas RAM yang lebih besar, yaitu 768 MB, layar lebih besar seluas 5 inci, dan kapasitas baterai 2.000 mAh. Kamera belakang Nokia XL sama-sama dibekali sensor 5 MP, namun dilengkapi lampu kilat LED dan kamera depan.

Sementara Nokia X hanya dibekali RAM 512 MB, baterai 1.500 mAh, dan ukuran layar 4 inci. Kamera belakang tidak dilengkapi dengan lampu kilat LED dan tidak ada kamera depan.

Selebihnya, antara Nokia X dan Nokia XL punya spesifikasi yang sama. Dapur pacu ponsel itu ditopang oleh prosesor Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play jenis dual-core Cortex-A5 1 GHz, mendukung kartu SIM ganda (GSM), dan memanfaatkan basis sistem operasi Android 4.1.2 (Jelly Bean) yang telah dimodifikasi oleh Nokia. Sistem operasi itu disebut Nokia X Platform Software.

Dalam mengembangkan Android, Nokia hanya memanfaatkan lisensi Android Open Source Project (AOSP) dari Google yang bisa digunakan siapa saja secara gratis karena sistem operasi ini bersifat terbuka (open source).

Dengan ini, perusahaan bisa mengubah tampilan antarmuka Android di Nokia X sehingga terlihat seperti tampilan Windows Phone, yang kental dengan nuansa kotak-kotak.

Sementara itu, Nokia tidak membeli lisensi layanan mobile Google yang disebut Google Mobile Service (GMS). Oleh karenanya, ponsel seri Nokia X tidak menyediakan aplikasi dan layanan Google secara default, yakni Gmail, Youtube, Google Maps, Hangouts, Play Store, hingga jejaring sosial Google+.

Bahkan, sistem Nokia X tidak mendukung antarmuka pemrograman aplikasi atauapplication programming interface (API) buatan Google. Nokia meminta agar aplikasi-aplikasi Android yang memanfaatkan API Google dimodifikasi, dan menggunakan API buatan Nokia.
Read More

Huawei Batal Bikin Ponsel "Android-Windows"

KOMPAS.com - Seminggu setelah mengatakan bakal merilis smartphone dual boot, Huawei kini mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang. Pada Rabu (19/32014) lalu, Huawei mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk merilis smartphone dual-OS, yaitu Android dan Windows.

Sebelumnya, Chief Marketing Officer Huawei, Shao Yang sempat mengeluarkan pernyataan bahwa smartphone dual-OS Huawei akan diluncurkan pada kuartal kedua 2014. Kini perusahaan tersebut mengaku hanya fokus pada pengembangan smartphone Android saja.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Phone Arena (19/3/2014), Huawei mengatakan bahwa walau hanya memproduksi smartphone Android, namun Microsoft tetap menjadi partner utama di bidang Consumer Business group.

"Selama tetap ada permintaan (OS) Windows dari konsumen, kami akan terus memberikan suplai," ujar pernyataan resmi Huawei.

Huawei tidak merinci alasan mengapa membatalkan rencana tersebut, namun besar kemungkinannya Huawei mendapat tekanan dari Google atau Microsoft, seperti yang mereka lakukan kepada Asus. 

Google dan Microsoft meminta agar Asus menunda produksi laptop Transformer Book Duet TD300 yang memiliki fitur dual-boot, Android dan Windows.

Microsoft beralasan bahwa pihaknya tidak ingin berbagi ruang dengan Google dalam satu perangkat. Google dengan Android-nya dianggap bisa menggerogoti bisnis desktop dan laptop yang selama ini dikuasai oleh microsoft.

Namun, hal itu bertolak belakang dengan pernyataan CMO Huawei, Shao Yang yang mengatakan bahwa konsumen tidak akan tertarik jika smartphone hanya memiliki sistem operasi Windows saja.

Sementara itu, pengamat teknologi Peter Bright menulis di situs Ars Technica bahwa smartphone dual OS tidak akan membawa banyak manfaat bagi konsumen kebanyakan. Fitur dual OS hanya akan sangat bermanfaat bagi developer saja.
Read More

Saturday, March 14, 2015

Tablet Google Nexus Berikutnya Pakai Prosesor Intel?

KOMPAS.com - Komputer tablet Nexus 8 dari Google disinyalir bakal meluncur pada pertengahan 2014 ini, sekitar bulan Juli. Prosesor apa yang bakal memperkuat tablet 8 inci itu nantinya?

Menurut sebuah kabar yang dilansir oleh PhoneArena, boleh jadi Nexus 8 akan mengusung prosesor dari Intel, tepatnya chip quad-core 64-bit Atom "Moorefield" yang diumumkan pada ajang Mobile World Congress 2014 beberapa waktu lalu.

Intel pada saat itu mengumukan bahwa Moorefield yang memiliki kecepatan 2,3 GHz bakal tersedia pada paruh kedua 2014. 

Prosesor ini mengusung pengolah grafis PowerVR G6430 yang disebut-sebut memiliki kinerja 5 kali lebih tinggi dibandingkan GPU "seri 5" dari produsen yang sama. 

Intel sendiri juga telah mengumumkan kerjasama dengan sejumlah mitra produsen seperti Lenovo, Asus, Dell, dan Foxconn untuk memperluas ketersediaan tablet dan smartphoneberbasis Intel Atom.

Antara Asus dan Lenovo, diperkirakan bakal bermitra dengan Google untuk menelurkan perangkat tablet Nexus generasi berikutnya. Asus merupakan produsen yang dipercaya Google memproduksi tablet Nexus ukuran 7 inci generasi pertama (2012) dan generasi kedua (2013).

Rumor tentang Nexus 8 pertama kali mengemuka pada November tahun 2013, ketika gambar perangkat yang diduga merupakan tablet Google ini muncul di laman promosi Android 4.4 Kitkat.

Sementara itu, sistem operasi mobile generasi berikutnya dari Google, Android 4.5, diperkirakan bakal turut diperkenalkan bersama Nexus 8.
Read More

Mazda Jamin Ketersediaan Suku Cadang Lewat "Part Distribution Center"

Jakarta, KompasOtomotif - PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) meresmikan PT. Mazda Motor Indonesia Part Distribution Center (Mazda PDC), Rabu (13/3/2014). Pusat distribusi suku cadang yang terletak di Jl Inspeksi Kirana KM 1.5 Nagrak Jakarta Utara, dikelola oleh oleh PT. Puninar Yusen Logistic Indonesia, dan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan serta ketersediaan suku cadang bagi para pelanggan di Indonesia.

"Gudang" suku cadang ini menempati lahan seluas 3.600 meter persegi, menyediakan komponen fast dan slow moving untuk didistribusikan kepada seluruh dealer yang tersebar di Indonesia. Mazda PDC juga didukung dua puluh staf ahli, di luar sales, inventory, dan procurement, untuk menghadirkan standar layanan berkualitas tinggi.

24 Jam
Diimplementasikan pula sistem teknologi modern untuk mendukung layanan cepat dengan sistem order open stock online yang dapat diakses selama 24 jam. Sistem ini secara otomatis memproses pesanan hingga mengirimkan serta diterapkan scanning system untuk inbounddan outbound.

"Kini, kami dapat menyediakan onderdil yang bersifat mendesak dari sumber dengan pengiriman via udara, dan Mazda PDC juga dapat memasok berbagai macam kategori suku cadang, termasuk di antaranya komponen slow moving. Sistem pergudangan PDC ini juga menggunakan sistem standar Mazda yang diimplementasikan secara global di Australia, Selandia Baru, serta Thailand, dan dalam waktu dekat, juga akan diperkenalkan di Mazda Afrika Selatan dan Mazda Taiwan," jelas Presiden Direktur MMI, Keizo Okue.

Online
Lebih lanjut, Kazuhiro Kogomori, General Manager After Sales MMI menjelaskan bahwa dengan teknologi maju ini, dealer-dealer resmi Mazda dapat memesan onderdil melalui sistem online yang dapat diakses 24-jam, dimana dengan sistem ini, dealer juga dapat memantau jumlah pasokan serta perkembangan pemesanan.

"Dealer cukup mengakses Dealer Portal Mazda sebagai gerbang pemesanan dan memasukkan pesanan. Sistem akan otomatis memproses hingga pengiriman secara langsung ke dealer tanpa proses manual ataupun intervensi lainnya. Sistem ini sangat praktis dan kami sangat berharap dapat memberikan akses yang lebih baik kepada dealer kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui pembukaan Mazda PDC,” urai Kogomori.
Read More